Memahami TIK Sebagai Sarana Komunikasi Dengan Kelompok Sasaran

 PERKEMBANGAN PRAKTEK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ( TIK ) DALAM PEMBELAJARAN PROGRAM

Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bukan hanya menggunakan teknologi, namun nyatanya lebih dari itu. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran dapat digunakan dalam menentukan jenis media dan sumber belajar yang akan digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Maka dari itu, peran guru dalam pemanfaatan TIK sangat penting.

Rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap pembelajaran bisa jadi disebabkan kurang efektifnya guru dalam melakukan praktek pedagogi (ilmu mengajar) dan menguasai materi subjek (konten) dengan mengintegrasikan teknologi di lingkungan pembelajaran. Ketiga pengetahuan tersebut, yaitu pedagogi, konten materi pembelajaran, dan teknologi saling berinteraksi dan beririsan membentuk Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) (Koehler & Mishra 2009). TPACK adalah suatu kerangka kerja (framework) untuk memahami dan menggambarkan jenis pengetahuan yang dibutuhkan oleh seorang guru untuk mengefektifkan praktek pedagogi dan pemahaman konsep dengan mengintregasikan sebuah teknologi di lingkungan pembelajaran (Misra et al., 2008).

Pemanfaatan TIK Dalam Pembelajaran

Penggunaan internet dalam proses pembelajaran menjadikan proses pembelajaran berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan pendidik sebelum mengenal TIK sehingga akan menarik perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran telah mengubah proses pembelajaran “dari ruang kelas ke mana saja, dari waktu siklus ke waktu nyata, dari kertas ke online, dan dari fasilitas fisik ke jaringan kerja” (Abdullah, 2009). Pembelajaran dapat berlangsung di ruang sekolah atau di rumah atau dimana saja bergantung pada kemauan peserta didik. Pemanfaatan TIK ini menyebabkan proses pembelajaran dapat terlaksana tanpa ada pembatasan waktu sepanjang peserta didik mau melakukannya. Hal itu akan mendorong peserta didik untuk meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kemampuan dan keinginan belajarnya.

Pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran dilakukan dalam berbagai bentuk antara lain penyediaan bahan ajar secara online (bahan ajar tersimpan dalam bentuk buku atau artikel di internet), program computer assisted learning, bahan alat peraga atau simulasi, pembelajaran Moodle dan Facebook (Darmawan dan Siti, 2014), dan pembelajaran jarak jauh (sekolah terbuka). Penyediaan bahan ajar secara online memudahkan pendidik atau peserta didik untuk menemukan bahan ajar sehingga proses pembelajaran tidak terkendala oleh materi bahan ajar yang tidak tersedia.

Ketersediaan bahan ajar secara tepat waktu akan memperlancar dan membantu pendidik atau peserta didik untuk memahami materi pembelajaran secara komprehensif sehingga pembelajaran terhindar kesalahan konsepsi (misconcept). Pembelajaran dengan penggunaan alat peraga atau simulasi melalui TIK akan memudahkan materi pelajaran dipahami oleh peserta didik serta akan berdampak pada minat atau perhatian peserta didik pada pelajaran tersebut. Adanya alat peraga dengan penerapan TIK akan membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik perhatian peserta didik. Dengan demikian, komputer berfungsi untuk membantu peserta didik untuk memelajari materi pelajaran secara terprogram sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum serta perkembangan kemampuannya.

Penerapan TIK untuk pendidikan jarak jauh telah berkembang lama terutama di negara maju. Dalam penggunaan TIK jarak jauh dilakukan secara interaktif antara pendidik dengan peserta didik. Pendidik menjelaskan materi pelajaran melalui internet kepada peserta didik di pedalaman dan bila ada yang kurang jelas, peserta didik dapat meminta penjelasan ulang secara online. Melalui penggunaan TIK yang ada, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan kepada pendidik dan dijawab secara langsung. Pada akhir pembelajaran pendidik memberikan tugas sebagai penilaian pembelajaran dan setelah tugas dikerjakan maka dilakukan diskusi secara langsung (online). 

A. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Penyuluhan dan/ atau Iklan Layanan Masyarakat

Penyuluhan maksudnya ialah memberikan arahan kepada seorang atau sekelompok orang dengan cara mendekatinya terlebih dahulu dan mengetahui masalah yang dialami oleh orang tersebut terlebih dahulu. Namun sekarang dunia sudah canggih, tidak perlu bertemu langsung untuk melakukan penyuluhan. Kita bisa memberikan informasi secara langsung tanpa harus tatap muka. Misalnya dalam program gizi buruk, kita bisa memberikan sesuatu seperti sejenis iklan tentang gizi buruk melalui internet, yang mana nanti akan dibaca oleh masyarakat. Dengan ini akan lebih memudahkan penyuluh dan tidak perlu mendatangi satu persatu warga belajar untuk melakukan penyuluhan.

B. Penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan

Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan contoh-contoh program pendidikan nonformal adalah Paket A, Paket B, Paket C, kursus, keaksaraan fungsional, taman bacaan masyarakat, kelompok bermain (play group) dan sebagainya. Tulisan berikut ini hendak membahas peluang penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menciptakan perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan nonformal.

C. penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai Media Komunikasi Siswa dalam Pembelajaran

Sarana teknologi informasi dan komunikasi juga dapat digunakan sebagai media komunikasi siswa dalam kaitannya dengan pembelajaran. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas E-Mail (Electronic Mail) yang terdapat pada jaringan internet. Dengan menggunakan e-mail siswa dapat berkomunikasi dengan sesama siswa, dengan guru bahkan dengan stakeholder lain yang dapat membantu proses pembelajaran siswa. Sebagai contoh, dengan menggunakan email siswa dapat mengirimkan hasil tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya secara cepat tanpa ada batasan waktu dan tempat.


REFERENSI :

Sudarmanto, D., Widya Y., Ekawati, Y. Multimedia Interaktif Sebuah Terobosan Pembelajaran Paket B. Jakarta : Jurnal Ilmiah Visi Pendidik dan Tenaga Kependidikan-Pedidikan Nonformal Vol. 1, No. 1, hal. 46-56, 2007.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

MENYESUAIKAN PENGGUNAAN TIK DENGAN KEBUTUHAN WARGA BELAJAR